Sejarah Desa Makamhaji
Desa Makamhaji secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Sejarah Desa Makamhaji diperkirakan mulai berdiri pada abad ke 7 Masehi berdasarkan buku babad tanah jawa, desa Makamhaji sudah ada sejak kerajaan Pajang yang sampai saat ini memiliki petilasan yang berlokasi di bagian selatan Desa Makamhaji. Kerajaan Pajang adalah satu Kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kerajaan Demak. Kompleks Keratonnya sekarang tinggal tersisa batas pondasi saja , berada di perbatasan Kelurahan Pajang (Kota Surakarta) dan Desa Makamhaji Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Berbatasan langsung dengan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta di sebelah timur dan utara, sebelah selatan dengan Desa Purbayan, Kecamatan Baki dan sebelah barat dengan Desa Pabelan dan Gumpang. Nama Desa Makamhaji berasal dari nama Makam dan Haji, yang awalnya Makom (bahasa Arab) yang artinya domisili/tempat tinggal dan Haji atau tuan Haji, yang artinya rumah tuan haji. Dimana pada waktu penjajahan Belanda, ada seorang toko agama yang masih keturunan Cina yang bernama Tuan Haji yang kebetulan sudah Haji dan berdomisili di wilayah Norowangsan yang wilayahnya mulai dari wilayah timur sampai dengan kelurahan Pajang (sekarang). Dalam perjalanan waktu, terjadi pembagian wilayah di tingkat II yang kemudian wilayah tersebut pecah menjadi dua. Di wilyah timur menjadi kelurahan Pajang (Kota Surakarta) dan wilayah bagian barat menjadi Desa Makamhaji (Kabupaten Sukoharjo) pertama kali dipimpin oleh seorang Demang yang bernama R. Dam Tjokrohardjono (1924 – 1939).
Sejak dibentuknya, Desa Makamhaji telah mengalami masa kepemimpinan selama 7 (Tujuh) kali, yaitu:
1. Tahun (1924-1939) R. Dam Tjokrohardjono, (Kepala Desa)
2. Tahun (1939-1945) R. Tjitro Suwito, (Kepala Desa)
3. Tahun (1945-1988) R.H. S Sastro Daryono, (Kepala Desa)
4. Tahun (1988-2004) R. Sugiri, (Kepala Desa)
5. Tahun (2005-2017) HM. Zaenuri (Kepala Desa) dan Wiyono,S.E, S.H (Sekretaris Desa);
Keterangan : Pada tahun 2017 Kepala Desa (HM. Zaenuri) Meninggal Dunia, dan kepemimpinannya dilanjutkan oleh Pj (Penjabat) Kepala Desa.
6. Tahun (2017-2018) Wiyono, S.H, S.E (Pj. Kepala Desa) dan Umi Widayanti, S.E (Sekretaris Desa);
7. Tahun (2018-Sekarang) Agus Purwanto, SE.(Kepala Desa) dan Umi Widayanti, S.E (Sekretaris Desa)